Aaron si Martir

Saya merinding memandang wajahnya. Pemuda 26 tahun itu adalah orang yang mau mati untuk keyaki-nannya. Aaron Swartz ditemukan meninggal di aparte-mennya pada 11 Januari lalu di Brooklyn, New York.

Ia gantung diri mungkin ketakutan karena ancaman hukuman yang menderanya. Awalnya ia ketangkap karena mengunduh 4 juta artikel ilmiah dari JSTOR tanpa per-misi. Ia ingin membagi artikel itu bagi siapapun yang tak punya akses pada pengetahuan.  

Kejaksaan Boston memvonisnya dengan hukuman maksimal 50 tahun penjara dan denda 4 juta US$. Tentu tak main-main, bukan? Hukuman itu sebanding dengan vonis yang diterima mantan presiden Liberia atas keterli-batannya dalam perang sipil Sierra Leone.

Dalam Catatan Pinggirnya, Goenawan Mohammad (GM) menyebut sosok Aaron bak Prometheus yang men-curi api dari para dewa untuk diberikan kepada manusia. Atas tindakannnya itu, Prometheus dihukum: jantungnya dipatuk burung sampai habis, diciptakan kembali, dipatuk lagi dan lagi.      

Melalui catatannya itu GM berkisah bagaimana visi dan tindakan Aaron begitu menohok. Bagaimana infor-masi ilmu pengetahuan tak boleh hanya dinikmati negeri-negeri kaya. Katanya, “Menyediakan karya ilmiah bagi univer-sitas-universitas elite di Dunia Pertama, tapi tidak untuk anak-anak di Dunia Selatan? Itu sama sekali tak pantas dan tak dapat diterima.”

“Kalian dapat melahap jamuan pengetahuan itu se-mentara dunia di luar tak bisa masuk. Kalian tak dapat mengeloni privilese itu untuk diri sendiri. Kalian berkewaji-ban membaginya kepada dunia.”  begitu tulis GM mengisahkan suara Aaron.

Ihwal Aaron adalah soal pembela hak kema-juan peradaban manusia yang dikungkungi klaim hak milik; Dan ketimpan-gan akses yang dibagi dengan cara paling kasar: punya uang atau tidak untuk melanggan artikel ilmiah!  

Aaron, Si Martir itu, meninggalkan kita. Na-mun visinya tentang se-baran akses pengetahuan akan mengabadi. Yakinlah! Dan tak terasa air mata ini pun menitik. Rest in peace Aaron. []
  

Share on Google Plus

About el-ferda

Saya mulai blogging sejak November 2007. Dulu awalnya iseng sekedar mengarsip tulisan atau foto. Lama kelamaan saya mulai suka menulis. Selain blogging, saya juga suka membaca, nonton film dan diskusi ini itu. Sekarang di tengah-tengah kesibukan bekerja dan lain sebagainya, saya sempatkan sekali dua kali posting tulisan. Tentang saya selengkapnya di sini
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :