Internet, WAH!

Oleh: Firdaus Putra A.

Kalau saja kemarin tidak mampir ke Detik.com untuk membaca berita terkini soal peledakan bom di Jakarta, aku tak akan ingat awal mula bagaimana mengenal internet. Tapi ada untungnya juga aku lupa awal mula mengenal internet, hikmahnya coretan ini belum pernah kubuat dan posting dan menjadi sah mengikuti lomba Blogdetik “My First Online Experience”.

Begini ceritanya. Saat kelas tiga SMA, kakakku, sebut saja Azza sekolah di Jakarta Teknologi Cipta (JTC) Pekalongan. Itu sekolah D1 untuk Teknik Informatika dan jurusan lainnya. Nah, berhubung usiaku dan kakakku tak terpaut jauh, saat masih muda dulu kita sering main bersama. Kalau sekarang peluang itu kecil. Azza sudah berkeluarga.

Suatu tempo Azza mengajakku ke kampusnya. Azza mengenalkanku dengan beberapa temannya. Ya sedikit SKSD alias Sok Kenal Sok Dekat, aku nimbrung dengan mereka. Kami, maksudnya aku, kakakku dan teman-temannya ngobrol ngalor-ngidul sembari menunggu kelas malam usai. Selepas itulah kami masuk ke laboratorium komputer. Kalau tak salah di sana ada 10 unit komputer atau lebih. Mulailah kami online. Mereka, termasuk kakakku, membuka fasilitas mIRC. Mungkin saat itu, mIRC fasilitas yang luar biasa kali ya. Jadi semuanya kompak membuka fasilitas chat yang sama.

Aku ikut main. Oleh Azza aku diberitahu bagaimana cara memainkannya. Tinggal klik ini-itu, isi ini-itu dan tekan enter. Ah, mudah sekali! Masuklah ke room-room kota besar berharap menemukan teman chat lawan jenis. Saat ada salah satu dari kami berempat yang mulai chat, yang lain menyoraki dan membahasnya. Pokoknya seperti manusia-manusia yang baru pertama kali mengenal internet lah! Aku bayangkan seandainya mereka sekarang mengenal YahooMessenger, Facebook, Skype, Camfrog dan semacamnya, pasti mereka akan menganggap mIRC adalah pengalaman yang terlalu sederhana dan “primitif”.

Bagaimana tidak, mIRC hanya mampu menyuguhkan teks-teks, yang paling mungkin hanya mewarnainya. Sedang YahooMessenger, Skype dan Camfrog bisa saling bertukar foto, mendengar suara dan melihat lawan bicara melalui webcam. Ditambah lagi dengan fasilitas emoticon yang bisa sedikit mewakili perasaan kita saat chat bersama lawan bicara. Meski demikian, sampai saat ini mIRC masih saja banyak yang memakai. Anggaplah mIRC layaknya Vespa yang meski tua, tetap saja diminati di tengah-tengah jejalan merek dan model motor baru lainnya.

Di tahun itu (2002), internet merupakan barang langka di kotaku. Kalau tak salah saat itu hanya ada dua warnet di sana, “Pantura” dan yang satu lagi kulupa namanya. Itupun dengan tarif perjam yang mahalnya minta ampun, enam sampai tujuh ribu dengan komputer standar P3. Karena itulah, tahun-tahun itu pengguna internet masih rendah. Aku rasa tak hanya di Pekalongan, namun Indonesia pada umumnya. Lihat saja data yang dirilis APJII tentang pengguna internet di Indonesia, sebagai berikut:

Tahun 1998 - 512.000
Tahun 1999 - 1.000.000
Tahun 2000 - 1.900.000
Tahun 2001 - 4.200.000
Tahun 2002 - 4.500.000
Tahun 2003 - 8.080.534
Tahun 2004 - 11.226.143

Lantas di hari-hari berikutnya saat Azza mengajakku ke kampusnya lagi, aku selalu mengiyakan dan siap sedia. Maklum, bak anak kecil baru saja memperoleh mainan baru, jadi ingin terus mencoba-coba berbagai fasilitas yang disediakan. Hari selanjutnya, Azza mengenalkanku dengan search engine Google.com. Sebenarnya bukan mengajari secara langsung, maksudnya saat itu dia sedang menggunakan Google untuk mencari lowongan pekerjaan. Kuperhatikan caranya, hanya memasukan kata kunci “lowongan pekerjaan pekalongan” dan tekan enter. Dalam hitungan detik, berbagai informasi lowongan pekerjaan di Pekalongan muncul di layar monitor. Wah, benar-benar mudah dan cepat!

Saat itu aku hanya melihatnya mengolah satu kata kunci, mencoba dan menggantinya dengan yang lain. Aku sendiri belum terpikir hendak mencari informasi apa. Jadi “keajaiban Paman Google” tak akan bekerja kalau kita sendiri bingung dan tak tahu harus menggunakan kata kunci apa. Sampai sekarang nampaknya masih saja ada yang kebingungan untuk memainkan kata kunci saat googling. Di blog, saya pasang LiveTraffictFeed, kadang kala saya lihat (lacak) siapa saja pengunjung, dari kota/ negara mana dan mencari informasi apa.

Nah, suatu ketika saya dapati ada pengunjung yang menggunakan “kata kunci”, atau lebih tepatnya, “kalimat kunci” yang panjang. Kalau tak salah ingat panjang kalimat itu delapan sampai sembilan kata ditambah akhiran partikel. Aku tahu demikian, karena LiveTraffictFeed melacak si pengunjung terdampar di blogku via Google.com. Padahal kupikir pencarian informasi melalui internet jauh akan lebih efektif dengan “kata kunci” bukan “kalimat kunci”. Misal saja, “lomba blog 2009”, “lomba esai 2009”, dan sebagainya. Menggunakan “kalimat kunci” yang tersusun dari banyak kata justru akan mengaburkan pencariannya. Misal, “informasi lomba menulis esai di blog tentang kesehatan Indonesia” maka bisa jadi yang akan terindeks adalah “informasi lomba menulis esai”, “lomba blog” atau “informasi tentang kesehatan di Indonesia”.

Kebingungan memainkan kata kunci seperti itu juga pernah kulihat pada teman-teman mahasiswaku. Bagaimana tidak aneh dan konyol, untuk mencari informasi tentang mata kuliah tertentu yang bersangkutan meminta bantuanku. Padahal sudah kubilang, gunakan “kata kunci” tertentu. Kata dia, temuannya tidak sama dengan yang kumaksud. Akhirnya kubantu juga dan ternyata memang dia tidak terlalu mahir memainkan kata kunci.

Mengingat tarif internet mahal dan jauh pula tempatnya,saat di Pekalongan, aktivitas online-ku terbilang sangat jarang. Internet masih saja sesuatu yang wah, bahkan WAH! Sampai akhirnya aku lulus dan mengikuti ujian SPMB. Pada tanggal yang ditentukan, aku harus melihat informasi hasil ujian SPMB. Cara konvensional melalui koran, cara cepat melalui internet. Di malam pengumuman itu aku minta Azza menemaniku ke warnet. Kami buka situs tertentu dan membaca seksama nama-nama yang lolos seleksi. Dan syukur, aku diterima di jurusan Sosiologi FISIP UNSOED Purwokerto.

Saat kuliah, internet bukan lagi barang yang WAH. Ia sudah menjadi kebutuhanku. Mencari data, informasi, artikel dan lain sebagainya untuk menyusun tugas kuliah dan lain sebagainya selalu kugunakan internet. Di awal kuliah aku membuat email yang sampai sekarang masih aktif dan kugunakan, el_ferda85@yahoo.com. Pada tahun kedua atau ketiga, aku membuat blog di Blogdrive.com. Namun saat itu aktivitas menulisku belum maksimal, jadi blog itu jarang sekali ku update. Nah, pada tahun 2007 lah aku “resmi” menjadi blogger dan netter yang dua-tiga hari sekali meng-update blog. Kubuat blog baru di Blogger.com yang sampai sekarang masih aktif bahkan aku sangat bersyukur karenanya!

Begini ceritanya. Pada tahun 2009 blogku memenangkan lomba Kapanlagi.com. Saat itu ada lomba pemasangan banner Kapanlagi.com. Awalnya hanya iseng dan mencoba-coba saja. Eh ternyata pada Januari 2009 aku memenangkan hadiah (uang) bersama sembilan orang lainnya. Jadi kupikir internet masih saja barang yang WAH! Ternyata dia bukan sekedar kotak ajaib yang bisa membantu mencari data, mengirim surat dan sebagainya, tapi juga mendatangkan uang!

Paska itu, mulailah aku menyeriusi aktivitas ngeblog. Agar lebih singkat dan enak diucapkan, alamat blogku: www.mengintip-dunia.blogspot.com, ku-redirect menjadi www.firdausputra.co.cc. Lalu kuganti templatenya agar lebih nyaman dan indah dilihat. Sampai akhirnya, setahun memakai domain dotcodotcc aku memperoleh peringatan bahwa domain itu expired dan harus di-purchase (disewa). Berkat bantuan pengunjung blog yang tertarik dengan tulisan-tulisanku, akhirnya ku-purchase domain itu. Pengunjung itu, Dian Anggita, ibu rumah tangga asal Jakarta, membayar untuk lima tahun sewa. Setahunnya 3$. Kembali lagi, internet memberi keajaiban tak terduga padaku. Terima kasih Bu!

Sebelumnya pada tahun 2008 aku juga sempat mengikuti pelatihan gratis seharga Rp. 1.000.000 dampak dari aktivitas ngenet/ ngeblog-ku. Ceritanya cukup panjang, jadi yang ingin tahu lebih jauh baca saja di blogku. Hehehe.

Nah, sekarang zaman keemasannya Facebook. Agar tak tertinggal, kubuat juga akun di Facebook. Facebook benar-benar luar biasa, ia tak hanya menghipnotisku, tapi juga teman-temanku dan mungkin juga Anda, benar kan? Saban hari rasanya ingin online terus sekedar chat, cek inbox, post di wall teman, mengganti wall dan sebagainya. Aktivitas pada Facebook, ditambah blog, YahooMessenger, surfing/ browsing, blogwalking dan seterusnya sekarang sudah menjadi separuh waktu hidupku. Rasanya ada sesuatu yang kurang jika sehari tidak online.

Aku rasa keajaiban-keajaiban internet belum secara maksimal kueksplorasi. Saat googling kutemukan data—masih dari APJII—tentang penggunaan internet masyarakat Indonesia sebagai berikut:

Email - 79%
Entertainment - 62%
Surfing - 52%
Business - 44%
Academic research - 19%
Business research - 8%
Shopping - 5%
Other - 16%

Aku rasa dengan melihat prosentase semacam itu, masih banyak sisi lain dari internet yang belum tereksplorasi. Misal keajaiban adsense yang bisa berbuah dollar, keajaiban global survey yang bisa memberikan barang-barang “uji coba” dan lain sebagainya, baik berupa materi atau non-material.

Jadi aku rasa dari dulu sampai sekarang, internet tetap saja WAH! Bedanya, waktu dulu internet adalah barang langka yang sulit diakses. Namun sekarang, ke-WAH-annya terletak pada internet merupakan unlimited resource yang belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat kebanyakan di Indonesia. Jadi, “Waaahhh... sayang sekali ya”. []

Note:
1. Sumber gambar berturut-turut dari atas ke bawah: www.flickr.com, www.scientificamerican.com dan www.vectordiary.com.
2. Bagi pengunjung yang ingin berkomentar namun tidak memiliki akun, bisa memilih opsi "Anonim", mohon diakhir komentar dibubuhi nama. Terima kasih atas share-nya!
Share on Google Plus

About el-ferda

Saya mulai blogging sejak November 2007. Dulu awalnya iseng sekedar mengarsip tulisan atau foto. Lama kelamaan saya mulai suka menulis. Selain blogging, saya juga suka membaca, nonton film dan diskusi ini itu. Sekarang di tengah-tengah kesibukan bekerja dan lain sebagainya, saya sempatkan sekali dua kali posting tulisan. Tentang saya selengkapnya di sini
    Blogger Comment
    Facebook Comment

14 comments :

Admin mengatakan...

panjang banget yang pasti...
terlalu ringan bwt seoran Firdau Putra Aditama, ya mungkin krn tujuan penulisan.. biar menang ya bang... tapi inspiratif... semoga menang.. (apank)

Admin mengatakan...

panjang banget yang pasti...
terlalu ringan bwt seoran Firdau Putra Aditama, ya mungkin krn tujuan penulisan.. biar menang ya bang... tapi inspiratif... semoga menang.. (apank)

think-creator mengatakan...

memang internet sudah merajalela
bahkan membuat orang merasa puas dengan semua fasilitas yang ada
tapi perkembangan sekarang pengguna internet terutama facebook lebih terasa hidup dalam dunia mayanya di banding dengan nyata
seperti banyak hal yang saya temui dari teman-teman saya itu sendiri
dalam kuliah semestinya dia memerhatikan dosen,akan tetapi mereka malah asik menggakses internet dari handphone mereka
seharusnya perkembangan tersebut diimbangi dengan hal kehidupan juga

Anonim mengatakan...

tulisan yang menarik, karena penulis menggunakan gaya bercerita maka akan lebih mudah dicerna. internet saat ini memmang bukan lagi barang yang mewah lagi, tapi jadi kebutuhan, apalagi jika kita adalah pelajar. banyak informasi yang bisa kita dapat atau juga kita bagikan keseluruh penjuru dunia. fasilitas internet bisa kita dapatkan dengan murah di warung-warung internet, free hospot, atau bahkan melalui ponsel kita (tentu yang menukung layanannya). data terakhir yang saya amati pengguna internet di Indonesia mencapai angka 25 juta pengguna (2007)dengan peningkatan rata-rata 25 % pertahun. saya sepakat bahwa internet memang menjadi barang yang wah.. wah emang sayang kalo tidak dimanfaatkan..

dimas mengatakan...

ceritaya sebenarnya sangat standar dan bisa jadi pengalaman hampir semua orang pengguna internet.. meski memang agak berbeda. tapi tak pikir ga jauh berbeda.. terlepas dari itu.. saya acungi jempol buat firdaus. meski pengalaman standar, namun hal remeh-temeh seperti itu perlu diceritakan. karena terkadang bisa menjadi cerminan pembaca. seperti yang saya alami barusan.. saya terkikik sendiri melihat tulisan(cerita) itu, pikiran saya jadi me-rewind dengan sendirinya.. membayangkan saat-saat baru mengenal internet, dan yang saya cari cuma yang prono-porno saya atau kalau tidak semua tentang Harry Potter.. menyenangkan..

Anonim mengatakan...

kata2 yang memberi bentuk pada sesuatu yang masuk dan keluar dari diri kita.

kata2 yang menjadi jembatan untuk menyeberang masuk ke tempat lain.

para penguasa menggunakan kata2 untuk menata imperium diam.
kita menggunakan kata2 untuk memperbaharui diri kita.

tulisan ini......
memperbaharui pandangan saya terhadap internet..

belly mengatakan...

iya ni bos..! sekarang internat sudah tidak WAH lagi,karena sekarang akses internet sangat mudah didapat!
Pengalaman blog mengintip-dunia yang diposting di artikel berjudul "internet, WAH!" untuk ikut kontes BLOG DETIK!seru banget...! Temanya kalau gak salah “My First Online Experience”. ya ..? good luck ya...!

ina mengatakan...

good luck ea,...!!!!

DODI FAEDLULLOH mengatakan...

Saya termasuk salah satu orang yang telat mengenal komputer apalagi internet ....
pas saya SMA kelas X saya baru mengenalnya ...kasihan bgt ya saya ??? hehe

erikmarangga mengatakan...

keingat pertama kali kenal internet juga. waktu itu masih mau masuk kuliah, lg siap2 SPMB. pertamax, minta diajarin kakak cara log in kemudian dikenalkan sama YM, Mirc, dan search engine.
setelah itu setiap hari jadi ke warnet.
sampe jatah tidur malam berkurang.

Anonim mengatakan...

Internet telah bertumbuh menjadi sedemikian besar dan berdayanya sebagai alat informasi dan komunikasi yang tak dapat Anda abaikan, Internet merupakan jaringan longgar dari ribuan jaringan komputer yang menjangkau jutaan orang di seluruh dunia. Internet dihuni oleh jutaan orang "nonteknik" yang menggunakannya setiap hari untuk berkomunikasi dan mencari informasi.
Di zaman sekarang pelajar telah mengenal internet. Mereka tidak hanya mencari data informasi, tapi mereka juga telah mampu berkomunikasi dan memperoleh banyak teman. Mereka dapat membuka pergaulan sampai keluar negeri.

Salah satu kebutuhan yang sangat besar akan teknologi informasi sekarang ini adalah kebutuhan akan sistem informasi. Diharapkan masyarakat pendidikan khususnya dapat lebih mengenal Internet dari segi positifnya.
Perkembangan Internet dapat dipergunakan secara optimal sesuai dengan fungsinya sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Anonim mengatakan...

Internet telah bertumbuh menjadi sedemikian besar dan berdayanya sebagai alat informasi dan komunikasi yang tak dapat Anda abaikan, Internet merupakan jaringan longgar dari ribuan jaringan komputer yang menjangkau jutaan orang di seluruh dunia. Internet dihuni oleh jutaan orang "nonteknik" yang menggunakannya setiap hari untuk berkomunikasi dan mencari informasi.
Di zaman sekarang pelajar telah mengenal internet. Mereka tidak hanya mencari data informasi, tapi mereka juga telah mampu berkomunikasi dan memperoleh banyak teman. Mereka dapat membuka pergaulan sampai keluar negeri.

Salah satu kebutuhan yang sangat besar akan teknologi informasi sekarang ini adalah kebutuhan akan sistem informasi. Diharapkan masyarakat pendidikan khususnya dapat lebih mengenal Internet dari segi positifnya.
Perkembangan Internet dapat dipergunakan secara optimal sesuai dengan fungsinya sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Addi

amanda faretti mengatakan...

tulisannya panjang banget.. pusing bacanya.. hihihi. aku kira tadi mau bahas soal teror bom :)

ega.excel mengatakan...

Posting bagus n menarik
Nice blog