Not-HMI DIPO


Oleh: Firdaus Putra A.

Kalau tidak salah ingat majalah dinding (mading) bulanan HMI MPO Komisariat FISIP sudah kedua atau ketiga kalinya terbit. Langkah dan usuha ini harus diapresiasi dengan baik di tengah-tengah pergulatan wacana gerakan mahasiswa yang mulai surut. Dari segi kemasan, mading yang ditempel di beberapa papan mading kampus FISIP ini tergolong eye cathcing. Enak dilihat, tidak membosankan dan menarik perhatian untuk dibaca. Dari segi isi, sudah mencukupi. Beberapa rubrik menawarkan berbagai informasi atau wacana yang berbeda.

Terlepas dari usaha pencerdasan publik itu, nampaknya ada satu yang masih mengganjal. Memang tidak terlalu substansial, menyangkut masalah eksistensi atau kedirian organisasi. Sayangnya, titik ini nampaknya kurang diperhatikan oleh para penggagasnya. Lihatlah alamat e-mail yang digunakan sebagai kotak pos mading; hmigue_bukanhmidipo@yahoo.co.id. Kalau tidak salah begitu bunyinya.

Saya pernah menyampaikan kritik ini langsung pada salah satu kadernya. Pertama, mengapa kedirian organ1`1ssssssx isasi harus didefisinikan dalam bentuk negatif? Sekurang-kurangnya dengan menggunakan kata “bukanhmidipo”. Kita tentu tahu bahwa HMI selain DIPO adalah HMI Majelis Penyelamat Organisasi (MPO). Mendefinisikan dalam bentuk negatif tentu saja langkah yang kurang populis dan kurang efektif dalam ranah komunikasi massa.

Kedua, dengan mendefinisikan secara negatif yang mencantumkan “pihak lain” sebagai konstrasnya (atau bahkan lawannya), maka sejatinya kita masuk dalam proses bayang-bayang. Artinya, kedirian HMI (baca: MPO) masih terbayang-bayangi oleh kedirian DIPO. Faktanya, dua lembaga ini berbeda secara struktur. Bahkan pada titik tertentu berbeda pada azas serta misi dan visi. Berada dibawah bayang-bayang organisasi lain hanya memperlihatkan kekurangpercayaan diri MPO sebagai lembaga yang independen dari DIPO.

Ketiga, definisi negatif yang dipilih dan disusun secara sengaja pada dasarnya ingin membuat distingtion (pembedaan). Sedangkan nalar pembedaan sama-sama kita ketahui merupakan bentuk diskriminasi. Bedakan dengan different (berbeda). Memang benar HMI MPO berbeda dengan HMI DIPO, namun perbedaan itu tidak perlu kita beda-bedakan.

Keempat, definisi negatif juga bisa kita maknai sebagai proses berhadap-hadapan (vis-a-vis). Sangat ironis dengan melihat keduanya sama-sama memakai atribut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pun menjadi masalah dengan menghadap-hadapkan, “bukanhmidipo”. Dalam definisi negatif itu termuat kesadaran “aku bukan dia”, “kita bukan mereka”.

Saya rasa akan lebih efektif (ditinjau dari komunikasi massa) dan elegan (ditinjau dari komunikasi politik), bilamana kedirian organisasi didefinisikan secara positif. Sekurang-kurangnya dengan merubah alamat e-mail yang tercetak tebal hmigue_bukanhmidipo@yahoo.co.id menjadi, misal, hmi_mpo@yahoo.co.id. Demikian pendapat saya. []
Share on Google Plus

About el-ferda

Saya mulai blogging sejak November 2007. Dulu awalnya iseng sekedar mengarsip tulisan atau foto. Lama kelamaan saya mulai suka menulis. Selain blogging, saya juga suka membaca, nonton film dan diskusi ini itu. Sekarang di tengah-tengah kesibukan bekerja dan lain sebagainya, saya sempatkan sekali dua kali posting tulisan. Tentang saya selengkapnya di sini
    Blogger Comment
    Facebook Comment

4 comments :

Yon's Revolta. mengatakan...

sepengamatanku dalam kancang pertarungan secara strategi massa, HMI DIPO masih diatas angin. MPO kayaknya terlalu rendah diri dan kekanak kenakan he he:-)

Anonim mengatakan...

Iya tuh..sok idealis, padahal anggotanya banyak yang katrok, munafik..Apalagi pemrednya..amit-amit..

Anonim mengatakan...

saya pikir perseteruan kedua organ ini telah berlangsung lama, terutama dalam lingkup fisip. kedua organ ini sama-sama mencoba saling mempertegas eksistensi masing-masing. mungkin tak adil juga jika mas firdos tidak mengangkat berita bahwa dahulu (beberapa bulan lalu), hmi dipo juga menggunakan kampanye negatif. bentuknya penyebaran pamflet yang menegaskan bahwa hmi yang asli adalah hmi yang ada garis putih dipinggirnya. hal tersebut tentu saja merujuk pada pernyataan bahwa hmi dipo lah yang asli sementara yang tidak ada garis putih dipinggirnya (hmi mpo) adalah tidak asli. bagi saya dalam konteks (komunikasi) politik hal tersebut sah-sah saja. namun yang mnejadi kegalauan saya adalah seharusnya kedua organ tersbut menjadi organ mehasiswa yang menjadi gerakan moral bukan gerakan politik. kenytanaanya tidak demikian. bagi saya kedua organ tersebut dekat dengan kekuasaan atau paling tidak berusaha mendekat dengan kekuasaan (dalam hal ini adalah konteks di fisip). so, mereka berdua sama saja.. ^_^

Lesterion mengatakan...

apa iyu dipo apa itu mpo